Teknik Penetasan Telur Pada Budidaya Ikan Koi

Teknik Penetasan Telur Pada Budidaya Ikan Koi

Dalam kesempatan ini saya akan melanjutkan topik pembahasan yang lalu, yakni tentang Cara Budidaya Ikan Koi. Dan pada pembahasan yang terakhir kemarin kita sudah selesai membahas bagaimana Cara Proses Pemijahan Ikan Koi. Bagi yang belum belum faham silahkan buka kembali dari awal biar nantinya tidak terjadi kesalahan atau kegagalan dalam budidaya ikan koi ini. Berlanjut ke pembahasan selanjutnya, setelah selesai proses Pemijahan dan sekarang tentang Teknik Penetasan Telur Pada Budidaya Ikan Koi.

Perlu Anda tahu bahwa Ikan Koi tidak mau merawat keturunannya. Oleh karena itu kita harus membantu proses penetasan telur. Teknik Penetasan Telur Pada Budidaya Ikan Koi merupakan pekerjaan yang mempunyai resiko kematian sangat tinggi. Oleh karena itu, di samping pengalaman juga harus didukung dengan peralatan khusus

Proses Penetasan

Kakaban yang telah dipenuhi telur sebaiknya direndam terlebih dahulu di dalam air dengan larutan malacyt green dosis 1 gram/m3 (kubik) air selama 15 menit. Hal itu dimaksudkan agar telur terbebas dari bakteri dan jamur, sehingga kemungkinan besar telur menetas.

Setelah perendaman, kakaban dimasukkan kedalam kotak penetasan. Kolam penetasan adalah tempat yang digunakan untuk menetaskan telur Koi. Kolam tersebut sebaiknya terbuat dari semen atau tembok yang berukuran 200 cm x 200 cm dengan kedalaman 40 cm. Namun demikian, tempat penetasan telur jugadapat berupa bak pemijahan atau venyl berdiameter 150 cm sampai 200 m. Hal yang perlu diperhatikan adalah terjaminnya kandungan oksigen bak dengan menggunakan aerator, dan suhu dalam bak dengan menggunakanalat pengukur suhu/termosfat. Karena penetasan hanya memerlukan waktu beberapa hari, maka kolam tidak perlu diberi filter.

Teknik Penetasan Telur Pada Budidaya Ikan Koi

Teknik Penetasan Telur Pada Budidaya Ikan Koi

Telur harus selalu terendam air dan berada pada posisi 10 cm di bawah permukaan air. Oleh karena itu, di atas Kakaban dapat diberi dua belah bambu. Belahan bambu diletakkan diatas kakaban dengan ruas bambu pada bagian kanan dan kiri sebagai alas. Kemudian kakaban diberi pemberat seperti bata merah secukupnya.

Usahakan suhu bak sama dengan suhu air kolam. Suhu boleh berbeda, namun jangan sampai selisih 5 derajat celcius, karena jika suhu bak lebih rendah 5 derajat celcius dari pada suhu kolam, maka telur akan mati. Sebaliknya, apabila suhu lebih tinggi 5 derajat celcius maka telur akan busuk.

Tinggi rendahnya suhu sangat berpengaruh pada masa penetasan. Pada suhu ideal, yaitu 27-30 derajat celcius, telur akan menetas dalam waktu kira-kira 48 jam (2-3 hari). Penetasan telur terjadi secara berangsur-angsur. Dan pada saat itu larva akan kelihatan bergerombol di sekitar kakaban.

Perawatan Larva dan Benih

Setelah telur menetas semua dikolam penetasan, maka kakaban harus diangkat satu persatu dengan hati-hati agar kualitas air tetap terjaga. Larva yang baru menetas masih mempunyai cadangan makanan berupa kantung telur (Yolk Egg), sehingga pada saat itu belum perlu diberi makanan, tetapi makanan diberikan apabila cadangan makanan sudah habis (2-3 hari). Makanan tersebut dapat berupa kuning telur rebus (rotifera).

Contoh pembuatan retofera yaitu :

  1. Butir telur ayam matang diambil bagian kuningnya saja.
  2. Kuning telur dihancurkan dan dilarutkan dalam 250cc air bersih, sehingga terbentuk suspensi.
  3. Suspensi tersebut dimasukkan ke dalam alat penyemprot serangga dan nyamuk.

Pemberian pakan dilakukan 5 kali sehari dengan menyemprotkan air diatas permukaan air. 1 butir kuning telur dapat memenuhi 100.000 ekor larva. Perawatan larva dilakukan sampai larva berumur 4-5 hari. Pakan alami dapat ditebarkan ke dalam kolam penetasan sebelum dipergunakan, agar ketika telur menetas telah tersedia pakan alami. Pakan tersebut berupa pakan alami hewani (zooplankton) seperti rotifera, daphnia, monia, artemia, protozoa, serangga kecil/kutu air.

Adapun cara pembiakan pakan alami tersebut adalah sebagai berikut :

Daphnia

Teknik Penetasan Telur Pada Budidaya Ikan Koi

Teknik Penetasan Telur Pada Budidaya Ikan Koi

Cara pembiakan Daphnia adalah sebagai berikut :

  1. Benih daphnia ditebarkan ke dalam kolam penetasan
  2. Penebaran benih daphnia sebaiknya 2 minggu sebelum penetasan agar keduanya dapat tumbuh secara serentak

Setelah 2 minggu, biasanya bermunculan pula pakan alami yang lain berupa mikroba seperti :

  • Infusoria (kelompok ganggang)
  • Fitoplankton
  • Bakteri
  • Jentik nyamuk

Pemberian pupuk kandang dapat mempercepat pertumbuhan daphnia. Saat pupuk tersebut dimasukkan dalam kolam, maka air kolam akan berwarna hitam kecoklatan, namun setelah daphnia tumbuh subur, air akan kembali bening secara berangsur,

Kutu Air

Kutu ini banyak terdapat pada air yang menggenang, air parit, air sawah, air limbah rumah tangga, air limbahan tahu. Tuangkan beberapa gayung air tersebut7-10 hari sebelumnya. Sebelum benih Koi ditebarkan. Kemudian benih Koi dapat ditebar setelah kutu air tumbuh.

Penyeleksian benih dapat dilakukan setelah Koi berumur 2-3 bulan, dengan maksud agar Koi dapat dikelompokkan berdasarkan ukuran tubuhnya. Koi yang bertubuh besar dicampurkan dengan Koi yang bertubuh besar dan Koi yang bertubuh kecil. Seleksi ini dapat dilakukan beberapa kali, sehingga dapat diperoleh Koi yang diinginkan, yaitu pola warna yang bagus dan Koi yang berkualitas.

Demikian pembahasan tentang Teknik Penetasan Telur Pada Budidaya Ikan Koi, dan untuk selanjutnya akan kita bahas tentang Bagaimana Cara Pemeliharaan Ikan Koi di pertemuan selanjutnya.

Respond For " Teknik Penetasan Telur Pada Budidaya Ikan Koi "