Cara Budidaya Jangkrik Yang Paling Tepat Untuk Anda Tahu

Cara Budidaya Jangkrik Yang Paling Tepat

Cara Budidaya Jangkrik – Jangkrik merupakan serangga yang dikenal juga dengan istilah sebutan cengkerik. Jangkrik masih berkerabat dengan belalang dan merupakan hewan omnivora yaitu pemakan tumbuhan dan hewan sebagai sumber makanannya. Jangkrik dalam bahasa ilmiah disebut Liogryllus Bimaculatus. Di alam liar jangkrik banyak terdapat dimana-mana, dalam rerumputan, semak belukar dan dilahan-lahan pertanian. Pada lahan pertanian, hama jangkrik biasanya terdapat pada rerumputan, dibawah rumput kering atau dibawah bongkahan cangkulan tanah. Oleh petani serangga ini dianggap sebagai hama tanaman, terutama tanaman yang masih muda yang baru ditanam. Jenis tanaman yang kerap diganggu hama jangkrik adalah tanaman hortikultura, seperti cabai, terung, gambas/oyong, tomat, pare, timun dan lain-lain. Oleh karena itu petani selau berusaha dengan berbagai banyak macam cara untuk memusnahkan serangga ini, bahkan malah dipelajari tentang bagaimana cara budidaya jangkrik tersebut sehingga bisa menghasilkan

Di lain sisi, Jangkrik biasanya dimanfaatkan sebagai pakan burung kicau, umpan pancing atau diolah menjadi makanan yang mempunyai nutrisi tinggi. Kandungan nutrisi di dalam jangkrik layak untuk kita jadikan sebagai sumber nutrisi dalam tubuh. Dari banyaknya manfaat jangkrik tersebut, menjadikan usaha budidaya jangkrik menjadi sangat prospek sekali. Harga jangkrik masih cukup mahal dipasaran, bisa mencapai Rp 90.000/kg. Modal yang dibutuhkan untuk budidaya jangkrik tidaklah banyak. Namun memang butuh tempat khusus yang tidak bisa di lingkungan tempat kita tinggal, apalagi kalau rumah kita dengan tetangga berdekatan, karena cukup mengganggu.

"<yoastmark

Langkah-langkah Cara Ternak Jangkrik yang benar

Kali ini kita akan bahas secara tuntas bagaimana cara budidaya jangkrik yang paling tepat. Berikut ini kami rangkum dari berbagai sumber bagaimana cara ternak jangkrik yang benar:

Lokasi

Yang harus dilakukan sebelum budidaya jangkrik adalah mempersiapkan lokasinya dulu. Jangkrik sangat menyukai tempat yang menyerupai habitat aslinya, maka dalam membuat kandang jangkrik harus sesuai dengan habitat aslinya di alam.

Syarat lokasi kandang jangkrik :
  • Lokasi budidaya jangkrik harus sunyi dan teduh dan mendapatkan sirkulasi udara yang baik untuk penyesuaian suhu ruangan.
  • Cari Lokasi jauh dari pemukiman, keramaian atau sumber kebisingan contohnya pasar, jalan raya dan lain-lain.
  • Ruangan / kandang tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung.
  • Sebaiknya lokasi juga jauh dari pepohonan, sehingga bisa menyerap hawa panas matahari secara bebas.
  • Jauh dari kandang ayam atau hewan lain yang mengganggu.
  • Hindari lokasi yang banyak predator seperti cicak, tokek, semut dan tikus. Syarat terakhir ini masih dapat diminimalisir dengan memodifikasi kandang

Kriteria tempat kandang jangkrik:

  • Lantai dasar cukup dengan tanah biasa tidak harus dilapisi semen cor asalkan kering dan tidak terlalu lembab.
  • Lantai diusahakan tinggi untuk menjaga kelembaban terutama disaat musim hujan.
  • Tembok semi batako, yaitu 1,5 meter batako dan pada bagian atasnya asbes dan angin-angin.
  • Tembok bisa berupa bethek bambu dan pada bagian luar diberi plastik terpal sebagai penutup untuk menjaga suhu ruangan.
  • Atap terbuat dari asbes untuk mengatur suhu lingkungan agar lebih stabil dan tetap hangat walaupun saat hujan.
  • Tinggi atap miring 2,5m – 3,5/4m jangan terlalu tinggi agar ruangan tetap hangat tidak terlalu banyak angin yang masuk.
  • Kandang dapat diatur sesuai rancangan masing-masing peternak. namun usahakan kriteria seperti yang diatas untuk memudahkan dalam beradaptasi saat pergantian musim.

Kandang Jangkrik yang Ideal

Membuat kandang jangkrik yang ideal tujuannya agar supaya jangkrik bisa hidup dan berkembang biak. Kandang jangkrik yang ideal sangat penting karena di lingkungan aslinya, jangkrik hanya bisa berkembang biak pada musim tertentu saja sesuai dengan kondisi alam.

Kandang jangkrik bisa dibuat dari bahan  triplek atau plywood yang dibentuk seperti peti dengan diberi kaki-kaki untuk menghindari predator semut. Pada kaki-kaki tersebut diberi wadah berupa botol air mineral yang dipotong dan bisa diisi dengan menggunakan oli bekas sebagai penghalang semut dan predator lainnya naik kekandang. Oli bekas ini berfungsi untuk membunuh predator yang hendak masuk karena terjebur dan terperangkap kedalamnya. Kalau pakai air tidak akan bisa menjamin jika semut yang terperangkap mati didalamnya kadang masih bisa berenang dan naik keatas kandang.

Dinding kandang jangkrik sebaiknya diolesi dengan menggunakan lumpur sawah agar jangkrik merasa sedang berada di lingkungan aslinya. Agar jangkrik juga tidak kabur, pada bagian atas dinding bisa dilapisi dengan menggunakan selotip atau solasi. Namun ada juga yang menggunakan Kandang Jangkrik dari Kardus. Cara ini merupakan jenis Kandang Jangkrik Baru karena secara logika wadah Pakan Jangkrik yang terbuat dari kardus bisa dihabiskan  tanpa sisa bersama makanan yang diatasnya.

Bahan-bahan yang akan butuhkan untuk membuat kandang Jangkrik:

  1. Kayu reng/kayu : Kayu ini dipakai untuk rangka kandang pemeliharaan jangkrik.
  2. Triplex/plywood : dipakai untuk tembok atau dinding dan alas kandang
  3. Paku : dipakai untuk merakit reng dan triplex menjadi box/kandang jangkrik.
  4. Lumpur sawah : untuk melumuri dinding kandang, ada juga yang memakai semen putih/mill
  5. Solasi atau lakban coklat : untuk pembatas dibagian atas kandang agar jangkrik tidak dapat keluar dari kandang.
  6. Waring/jaring ikan : untuk penutup bagian atas supaya predator seperti cicak, ngengat dan tokek tidak bisa masuk kedalam kandang pada saat keadaan terbuka.
  7. Bambu : bahan pembuat tutup kandang yang dipadukan dengan terpal plastik.
  8. Terpal plastik : untuk penutup kandang.

Kandang jangkrik bisa dibuat bertingkat, misalnya dua atau tiga tingkat untuk menghemat tempat dan efisiensi tempat budidaya. Kandang jangkrik sebaiknya diletakkan di dalam ruangan yang gelap atau tidak terkena sinar matahari secara langsung. Selain harus terlindung dari sinar matahari langsung, budidaya jangkrik juga harus membutuhkan ketenangan. Sebaiknya pilihlah ruangan yang mempunyai angin yang cukup, jauh dari keramaian atau lalu lalang pergerakan manusia.

Media Hidup Jangkrik

Untuk bisa hidup seperti di alam habitatnya, di dalam kandang sediakan karpet telur atau TRE yang disusun secara bertumpuk. TRE ini berfungsi untuk tempat jangkrik beraktifitas, bersembunyi sampai tidur. Di sela-sela TRE ini jangkrik akan hidup, bertelur. Namun, sebelum TRE ini dimasukkan dalam kandang jangkrik, sebaiknya di jemur terlebih dahulu selama kurang lebih 6 jam agar bakteri, kuman dan penyakit yang ada mati.

Persiapan Bibit Jangkrik

Setelah kita mempunyai kandang untuk budidaya ternak jangkrik, langkah berikutnya adalah persiapan jangkrik itu sendiri. Bibit jangkrik yang akan diternak biasanya adalah jenis  G. miratus dan G. testaclus. Bibit jangkrik bisa dibeli dari toko pakan yang menyediakan pakan hidup. Sebenarnya jenis jangkrik yang lain bisa juga diternakan, namun ada beberapa spesies yang memang sulit atau lambat perkembangbiakkannya.

Bibit jangkrik sebaiknya didapat dari tangkapan dari alam atau paling tidak bibit jangkrik jantan didapat dari alam. Karena biasanya indukan/bibit jantan hasil tangkapan alam lebih agresif.

Ciri-ciri calon indukan jangkrik:

  • Sungutnya masih panjang, seluruh anggota badannya masih lengkap, bisa melompat jauh dan gesit, badan berwarna mengkilap.
  • Jangan memilih jangkrik yang mudah mengeluarkan cairan baik dari mulut maupun duburnya jika di pegang
  • Induk/bibit jantan mengeluarkan derikan suara yang keras. Permukaan sayap atau punggungnya bergelombang dan kasar.
  • Induk/bibit betina ada ovipositor pada bagian ekornya, ekornya ada tiga bagian tengah merupakan ovipositor. Ukurannya besar.

"<yoastmark"<yoastmarkCara membedakan jangkrik jantan dan betina yang paling mudah adalah melihat sayap dan ekornya. Jangkrik jantang memiliki sayap yang kasar bergeombang sedangkan betina cenderung halus rata. Jangkrik jantan hanya memiliki dua helai ekor sedangkan betina terlihat memiliki 3 helai ekor. Sebenarnya ekor bagian tengah adalah vipositor.

Cara Mengawinkan jangkrik

Setelah mempunyai calon indukan jangkrik yang kita peroleh dari alam secara langsung atau yang dibeli dari toko ternak, selanjutnya adalah mengawinkan jangkrik jantan dan betina agar bisa memperoleh telur yang akan kita ternakan. Tempat untuk perkawinan usahakan berbeda tempat dengan tempat pembesaran. Kondisi kandang untuk mengawinkan ada baiknya dibuat mirip dengan lingkungan habitat jangkrik di alam bebas. Dinding-dinding kandang bisa dilumuri dengan tanah liat, semen putih serta diberi daun-daunan kering seperti daun jati, daun pisang ataupun serutan kayu.

Jangkrik yang akan dikawinkan harus berasal dari jenis spesies yang sama. Apabila indukan /bibit jantan dan betina berbeda jenis spesiesnya, maka perkawinan tidak akan terjadi. Untuk mengawinkan jangkrik masukan bibit indukan betina dan indukan jantan dengan perbandingan 10:2.

Di dalam kandang perkawinan, siapkan bak berisi pasir atau tanah sebagai tempat peneluran. Selama masa perkawinan bibit indukan jangkrik jantan akan mengeluarkan suara derik yang keras secara terus menerus. Jangkrik betina yang sudah dibuahi akan bertelur. Telur biasanya diletakkan dalam pasir atau tanah.

Selama masa waktu perkawinan, jangkrik harus terus mendapatkan asupan makanan yang cukup. Contoh pakan jangkrik adalah kubis, sawi, kangkung, bayam, daun pepaya dan beberapa jenis sayuran hijau lainnya. Buang pakan yang tersisa setiap hari, jangan sampai pakan jangkrik membusuk di dalam kandang.

Beberapa peternak jangkrik ada juga yang biasanya memberikan ramuan khusus bagi jangkrik yang sedang dikawinkan. Misalnya bekatul, tepung ikan, kuning telur bebek yang telah direbus dan dihaluskan dan beberapa vitamin. Alasanya agar telur yang dihasilkan bisa banyak dan lebih berkualitas, katanya. Namun hal ini belum ada ujinya hanya berdasarkan dari pengalaman beberapa peternak saja yang sudah mencoba.

Mengawinkan jangkrik

Setelah mempunyai calon indukan jangkrik yang kita peroleh dari alam secara langsung atau yang dibeli dari toko ternak, selanjutnya adalah mengawinkan jangkrik jantan dan betina agar bisa memperoleh telur yang akan kita ternakan. Tempat untuk perkawinan usahakan berbeda tempat dengan tempat pembesaran. Kondisi kandang untuk mengawinkan ada baiknya dibuat mirip dengan lingkungan habitat jangkrik di alam bebas. Dinding-dinding kandang bisa dilumuri dengan tanah liat, semen putih serta diberi daun-daunan kering seperti daun jati, daun pisang ataupun serutan kayu.

Jangkrik yang akan dikawinkan harus berasal dari jenis spesies yang sama. Apabila indukan /bibit jantan dan betina berbeda jenis spesiesnya, maka perkawinan tidak akan terjadi. Untuk mengawinkan jangkrik masukan bibit indukan betina dan indukan jantan dengan perbandingan 10:2.

Di dalam kandang perkawinan, siapkan bak berisi pasir atau tanah sebagai tempat peneluran. Selama masa perkawinan bibit indukan jangkrik jantan akan mengeluarkan suara derik yang keras secara terus menerus. Jangkrik betina yang sudah dibuahi akan bertelur. Telur biasanya diletakkan dalam pasir atau tanah.

Selama masa waktu perkawinan, jangkrik harus terus mendapatkan asupan makanan yang cukup. Contoh pakan jangkrik adalah kubis, sawi, kangkung, bayam, daun pepaya dan beberapa jenis sayuran hijau lainnya. Buang pakan yang tersisa setiap hari, jangan sampai pakan jangkrik membusuk di dalam kandang.

Beberapa peternak jangkrik ada juga yang biasanya memberikan ramuan khusus bagi jangkrik yang sedang dikawinkan. Misalnya bekatul, tepung ikan, kuning telur bebek yang telah direbus dan dihaluskan dan beberapa vitamin. Alasanya agar telur yang dihasilkan bisa banyak dan lebih berkualitas, katanya. Namun hal ini belum ada ujinya hanya berdasarkan dari pengalaman beberapa peternak saja yang sudah mencoba.

Kalau anda masih pemula dan merasa belum bisa berpengalaman mengawinkan jangkrik, langkah awalnya anda bisa membeli telur jangkrik yang telah siap untuk ditetaskan. Sekarang sudah ada banyak penjual telur jangkrik via online. Pastikan anda membeli dari penjual yang sudah terpercaya dan memiliki kualitas telur yang baik.

Menetaskan Telur Jangkrik

Setelah kita memiliki mempunyai telur dari bibit indukan jangkrik, langkah berikutnya  adalah memberi perlakukan kepada telur agar bisa menetas. Perlu kita ketahui, bahwa telur jangkrik akan menetas setelah waktu mencapai 7-10 hari, terhitung sejak perkawinan. Maksimal selama 5 hari setelah induk betina bertelur (sebelum menetas), pisahkan telur-telur tersebut. Hal ini untuk menghindarkan induk jangkrik memakan telurnya sendiri.

Pindahkan ke dalam ruang kandang penetasan telur yang mana juga sekaligus tempat pembesaran anakan. Warna telur yang telah dibuahi akan berubah menjadi keruh. Setelah selama 4-6 hari biasanya telur mulai menetas. Masukan telur jangkrik tersebut pada secarik kain agar tetap merasakan hangat. Untuk satu kandang yang besar bisa anda masukan 0,5 kg telur. Pada masa penetasan, kelembaban kandang harus terus tetap dijaga dengan penyemprotan air atau menutup kandang dengan menggunakan karung goni basah.

 

"<yoastmark

Pemberian Pakan

Setelah kita rawat telur tadi, maka telur akan menetas dan hari terakhir sebelum telur menetas ada bainya pakan sudah diberikan di kandang anakan tersebut. Jangkrik yang baru menetas, berumur 1-10 hari diberikan berupa pakan ayam (voor), yang terbuat dari kacang kedelai, beras merah dan jagung kering yang dihaluskan terlebih dahulu. Setelah melewati kurang lebih 10 hari, anakan jangkrik bisa dikasih makan sayuran dan jagung muda. Selanjutnya pakan bisa ditambah singkong, mentimun atau ubi.

Pemeliharaan Kandang Jangkrik

Kandang jangkrik sangat perlu dirawat. Perawatan kandang jangkrik dilakukan agar supaya kebersihan kandang selalu terjaga.  Selain itu juga kelembaban kandang sangat perlu dijaga. pastikan juga pakan selalu tersedia didalam kandang, karena jangkrik bisa kanibal jika kelaparan sementara pakan tidak tersedia.

Usahakan agar selalu membuang makanan yang sudah tidak habis, jangan sampai membusuk di dalam kandang. Kandang yang baru dibuat harus dicuci lebih dahulu, jangan sampai masih berbau vinil bila terbuat dari tripleks. Caranya, lumuri permukaan kandang dengan lumpur tanah liat dari sawah untuk kemudian dijemur hingga kering.

Periksa selalu Oli yang ada pada mangkuk atau kaleng pada kaki-kaki kandang. Tambah atau ganti bila cairan oli habis atau sudah tinggal sedikit. Cairan yang digunakan bisa Oli, air, minyak tanah atau jenis cairan lain yang bisa mencegah hama masuk ke dalam kandang jangkrik.

Pemanenan

Setelah kita merawat jangkrik selama kurang lebih sebulan, maka kita sudah bisa memanen jangkrik. Ada dua hasil yang bisa kita peroleh dari budidaya jangkrik ini yakitu telur dan jangkrik dewasa. Telur jangkrik biasanya dijual dengan harga lebih mahal dari jangkrik itu sendiri. Dan telur jangkrik biasanya dijual kepada para peternak jangkrik pembesaran.

 

Demikian ulasan tentang bagaiman Cara budidaya Jangkrik yang benar dan tepat. Untuk menambah wawasan dalam kewirausahaan silahkan ikuti blog ini ya, terima kasih

Respond For " Cara Budidaya Jangkrik Yang Paling Tepat Untuk Anda Tahu "