Cara Budidaya Ikan Koi dengan Tutorial Lengkap

Cara Budidaya Ikan Koi

Banyak spesies ikan di Indonesia yang belum dibudidayakan. Indonesia mempunyai keanekaragaman hayati yang cukup besar dan mempunyai tingkat endemisme yang tinggi, lahan yang beraneka ragam, iklim cuaca yang bervariasi, sumber daya manusia yang cukup besar, demikian juga keanekaragaman spesies ikan. Di Indonesia terdapat 45% spesies ikan didunia, dan dari sekian banyak spesies tersebut yang belum dibudidayakan salah satunya yakni Ikan Koi. Keragaman jenis dan warna, memang menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar ikan Koi. Nama ikan ini bentuknya serupa dengan Ikan Emas. Keduanya memang bermoyang satu, yakni ikan Karper (Cryprinus carpio).Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan ilmu tentang bagaimana Cara Budidaya Ikan Koi. Tutorial cara lengkapnya silahkan simak sampai selesai.

Supaya sukses dalam bidang ini, kita harus tahu dengan detail bagaimana Cara Budidaya Ikan Koi yang benar, antara lain :

  1. Kehidupan dan kebiasaan Ikan Koi
  2. Jenis-jenis Ikan Koi
  3. Pemijahan
    1. Pemilihan dan Pemeliharaan Induk
    2. Persiapan Pemijahan
    3. Proses Pemijahan
  4. Penetasan Telur
    1. Proses Penetasan
    2. Perawatan Larva dan Benih
  5. Pemeliharaan
    1. Pemeliharaan di Akuarium
    2. Memelihara di Kolam
    3. Pemberian pakan
    4. Persiapan Koi untuk kontes
    5. Penyakit dan Pengobatannya

 

Cara Budidaya Ikan Koi

Cara Budidaya Ikan Koi Harus mengetahui Kehidupan dan kebiasaan Ikan Koi

Koi adalah salah satu ikan yang mudah beradaptasi dengan lingkungan tempat hidupnya. Ikan ini bisa hidup di perairan daerah dataran tinggi atau pegunungan sampai perairan daerah dataran rendah. Sebagai ikan hias yang memiliki tubuh berukuran besar, ikan koi daat dipelihara di tempat yang luas seperti kolam ataupun di akuarium. Air yang digunakan bisa berasal dari Air PDAM, saluran irigasi dan air sumur. Setiap sumber air tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu, dalam penggunaannya harus memperhatikan cara dibawah ini :

Air PDAM

Air yang terbaik untuk kehidupan Koi adalah air yang berasal dari pegunungan. Jika menggunakan air dari PDAM, sebelumnya harus diendapkan duli minimal 3 hari, karena biasanya mengandung klorin yang dapat menyebabkan iritasi sisik dan insang, bahkan dapat mengakibatkan turunnya nafsu makan ikan Koi. Air PDAM mengandung metal mencapai 100 kali lebih banyak daripada air yang berasal dari alam. Untuk mengantisipasinya, klorin dan metal dapat dihilangkan menggunakan water conditioner seperti chlorin remover dan heavy metal remover.

Air Sumur

Jika menggunakan air sumur sebelum penggunaanya, air tersebut sebaiknya diendapkan selama 1-2 hari, kemudian diberi aerasi untuk menambahkan kandungan oksigen terlarut. Yang perlu kita perhatikan adalah jangan sampai lokasi sumur tersebut dekat dengan septic tank karena biasanya banyak mengandung bakteri Escherchia coli.

Sebagai ukuran yang harus diperhatikan dalam pemeliharaan Koi adalah sbb :

  1. Tingkat Keasaman (pH). Agar Koi bisa hidup dengan normal, maka pH harus berkisar antara 7-7,2. Koi masih dapat hidup di air dengan pH 8,5. pH akan naik apabila sinar matahari terlalu banyak masuk ke perairan atau jarang mengganti air
  2. Oksigen Terlarut. Oksigen terlarut adalah oksigen yang siap dimanfaatkan oleh biota air untuk bernafasKandungan oksigen. Kandungan ogsigen terlarut yang sesuai dengan kehidupan Koi antara 2 – 2,5 mg/ltr.
  3. Ketinggian suhu. Ketinggian suhu dipengaruhi oleh tinggi rendahnya suatu tempat dari permukaan laut. Di daerah tropis, Koi dapat hidup pada suhu 24 – 28 derajat celcius.
  4. Zat beracun. Zat beracun dapat menghambat pertumbuhan Koi, seperti Amoniak yang mencapai kadar antara 0,01 – 0,02 mg/ltr.

Jenis-Jenis Ikan Koi

Jenis Koi dibedakan berdasarkan pola warna pada tubuh Koi dan warna kepala Koi

  • Jenis Koi berdasarkan pola warna tubuh Koi

 

Cara Budidaya Ikan Koi

Cara Budidaya Ikan Koi

  • Jenis Koi berdasarkan pola warna kepala Koi

 

Cara Budidaya Ikan Koi

Cara Budidaya Ikan Koi

Pemijahan

Secara umum, Cara budidaya ikan Koi dimulai dari pemilihan induk. Kegagalan pemilihan induk dapat mempengaruhi kegagalan usaha pembudidayaan. Walaupun kegiatan pemeliharaan sesuai persyaratan, belum tentu berhasil dengan baik apabila pemlihan induk tidak dilaksanakan dengan baik.

1. Pemilihan Induk

Koi yang dijadikan induk harus diperhatikan kriteria-kriteria yang berkaitan dengan kualitas induk, karena kualitas induk akan mempengaruhi kualitas keturunan. Koi untuk indukan tidak harus Koi yang masih mempunyai kualitas kontes, tetapi Koi apkir pun dapat dijadikan indukan asalkan memenuhi persyaratan. Keturunan Koi dapat bervariasi, bahkan dapat berbeda sama sekali dengan induknya. Yang perlu diperhatikan adalh induk harus sudah mencapai syarat umur, berpola warna dasar yang sempurna, berbadan sehat dan ideal.

Bentuk Tubuh

Induk jantan yang dipijahkan harus matang gonad (sudah memiliki banya sperma) yaitu berumur lebih dari 2 tahu, sedangkan induk betina harus sudah memiliki banyak telur yang matang, yaitu berumur lebih dari 3 tahun.

Bentuk Badan

  1. Badan indukan harus ideal yaitu bandingan antara tinggi dan panjang adalah 1 : 2,3-3.
  2. Jika dilihat dari atas, garis punggungnya kelihatan lurus tidak melengkung.
  3. Pilihlah Koi yang berenang dengan tenang dan seimbang. Gerakan seimbang dipengaruhi oleh posisi sirip yang simetris berpasangan.
  4. Besar sirip dada dan sirip perut harus sama. Demikian pula, ukuran sirip punggung dan sirip ekor harus proposional dengan tinggi dan panjang tubuh.
  5. Bentuk kepala, mata, mulut dan insang harus proposional atau serasi.
  6. Bentuk hidung sebaiknya tidak terlalu keluar atau tenggelam tertimbun daging karena hidung yang terbuka sering terjadi akibat bekas luka pada bagian insang.

Pola Warna Koi

  • Pilihlah warna yang cemerlang dan kontras. Demikian juga pola warnanya, harus memiliki batas yang jelas. Meskipun demikian, pola dari warna pada induk sering memudar.
  • Pertemuan antara warna merah dan putih harus berbatas tajam, tidak ada gradasi atau bayangan merah. Biasanya gradasi terjadi pada Koi lokal.

Kesehatan

  • Pilihlah Koi yang sehat, yaitu renangnya seimbang atau tidak banyak berdiam di dasar kolam
  • Jangan pilih Koi yang insangnya bergerak cepat, karena Koi menandakan sedang mengalami kesulitan bernafas. Meskipun tidak bersifat genetis, induk koi yang sakit atau cacat akan mempengaruhi kualitas anaknya.
  • Pilihkan Koi yang bersirip tegak atau tidak jatuh terkulai.
  • Jangan memilih Koi yang selalu menyendiri. Perilaku tersebut bisa dianggap sebagai naluri Koi yang sakit untuk tidak menularkan penyakit kepada teman-temannya.

2. Pemeliharaan Induk

Setelah dilakukan seleksi Induk Koi, Induk Koi harus ditempatkan ditempat yang khusus, yaitu kolam pemeliharaan induk. Dengan demikian, antara induk jantan dan betina ditepatkan secara terpisah agar apabila induk akan diijahkan, maka tidak perlu dilakukan pemberikan (penempatan induk pada kolam penyimpanan sementara).

Masing-masing kolam diusahakan dipasang perairan dengan sistem pararel dan mempunyai pintu pemasukan air sendiri-sendiri. Hal ini dimaksdukan agar tidak terjadi perkawinan sendiri karena induk betina mudah terangsang oleh bau sperma jantan yang keluar sendiri dan mengikuti arus air.

Dalam satu kolam dapat diisi beberapa induk tergantung pada kondisi kolam, makanan dan pengairannya. Kolam induk dapat berukuran 5m x 5m dengan kedalaman 1,5 m. Kolam untuk induk jantan dapat dibuat lebih dangkal kerena induk jantan lebih kecil daripada induk betina. Kolam dengan ukuran tersebut dapat diisi 25 ekor induk jantan.

Makanan ikan untuk Koi biasanya berupa pelet, sedangkan jumlah pakan yang diberikan 5% dari berat tubuhnya. Pemberian pelet dapat dilakukan secara insentif, yaitu 2 kali sehari pagi dan sore.

Air kolam dapat dicampuri vitamin atau obat. Vitamin hobie dan buatan Hanura Koi dapat diberikan dengan cara melarutkannya ke dalam kolam. Air sebanyak 200 liter dapat diberikan 1 kaplet hobie. Pemberian dilakukan 1 minggu sebelum induk dipijahkan. Pemberian vitamin sebaiknya dilakukan 2 hari sekali.

3. Persiapan Pemijahan

Kolam pemijahan harus terpisah dengan kolam pemeliharaan. Kolam tersebut terbuat dari semen atau tembok yang memiliki pintu air dan dilengkapi dengan saringan, agar hama tidak masuk ke kolam. Ukuran kolam tersebut anta 3m x 6m dengan kedalaman 40 cm.

Sebelum induk Koi diletakkan di kolam pemijahan, kolam tersebut harus dipersiapkan dengan baik agar sesuai dengan sifat keinginannya. Adapun hal-hal yang perlu disiapkan adalah sebagi berikut :

Perbaikan kolam

Kolam tersebut harus disiapkan dengan perbaikan. Perbaikan itu meliputi :

  • Perbaikan pematang. Kerusakan kolam kadang terjadi pada pematangakibat ulah binatang seperti kepiting, belut dan ular, sehingga pematang bocor.
  • Perbaikan sarana pengairan atau menggantinya dengan bahan yang baru, sehingga air dapat terkendali, seperti pipa peralon, saringan, saluran air dan penyekat
  • Lumpur yang sudah tebal, pecahan genteng, kaleng-kaleng bekas harus dikeluarkan dari kolam. Demikian juga rumput yang menjulur ke kolam harus dibersihkan atau dibabat.

Pengeringan Kolam

Dasar kolam harus dikeringkan dengan tujuan agar gas-gas beracun yang mungin ada dapat menguap. Pengeringan tersebut juga bertujuan agar hama penyakit maupun telur-telur ikan buas dapat mati.

Waktu pengeringan 2 – 3 hari dengan sinar matahari normal. namun, apabila matahari tidak normat dibutuhkan waktu 5 -7 hari.

Pengapuran Kolam

Pengapuran bertujuan untuk menaikan pH tanah dan untuk memberantas bibit penyakit yang berada di dalam kolam. Waktu pemberian kapur pertanian adalah ketika kolam dalam proses pengeringan dengan dosis kapur kurang lebih 60 gram permeter persegi. Setelah kolam kering, air dimasukkan melalui saringan yang dipasang pada pintu pemasukan air sehingga air menggenang kolam dengan ketinggian 60-80 cm.

Pemasangan Kakaban

Pemasangan kakaban bertujuan untuk tempat telur menempel. Kakaban dapat dibuat dari ijuk atau rafia. Kakaban diletakkan di tengah kolam, jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan ikan. Apabila kakaban sedikit maka telur akan mengumpul.

Cara membuat kakaban :

  1. Ijuk disisir dengan sikar kawat agar ijuk menjadi halus
  2. Batang bambu dipotong sesuai ukuran dan dibelah menjadi 4
  3. Sisir ijuk dan dijepit dengan 2 belah bambu kemudian dipaku agar tidak lepas

Kakaban dipasang ditengah kolam.

Nah, Setelah selesai membuat kakaban saatnya melakukan Pemijahan. Pokok bahasan selanjutanya silahkan simak Cara Proses Pemijahan Ikan Koi

Respond For " Cara Budidaya Ikan Koi dengan Tutorial Lengkap "