Budidaya Lobster Air Tawar Di Kolam Terpal – Tutorial Lengkap 1

Budidaya Lobster Air Tawar Di Kolam Terpal

Permintaan lobster air tawar maupun air laut sebagai konsumsi dan sebagai ikan hias di indonesia cukup tinggi, seperti halnya Ikan Koi.  Sedangkan peternak lobster belum mampu memenuhi kebutuhan pasar. Sudah menjadi hukum ekonomi, jikapermintaan besar dan barang dibutuhkan terbatas, tentu akan mendongkrak harga. Oleh karena ituu, jika harga lobster tinggi dibandingkan dengan udang galah atau udang windu, bukanlan hal yang sangat mengherankan. Maka dari itu mari kita berwirausaha  dengan budidaya lobster air tawar di kolam terpal, karena prospeknya sangat menjanjikan.

Sebelum membahas lebih lanjut tentang Budidaya Lobster Air Tawar Di Kolam Terpal, ada baiknya kita ketahui dulu jenis-jenis lobster air tawar. Banyak sekali jenis Lobster air tawar didunia, beberapa diantaranya berhabitat asli Indonesia, yaitu dari Papua dan Jenis lobster dari luar negeri umumnya berasal dari Australia, yakni antara lain :

Lobster Air Tawar Capit Merah (Redclaw)

Budidaya Lobster Air Tawar Di Kolam Terpal capit merah (redclaw) merupakan salah satu species endemik dari kelompok udang yang pada awalnya hidup di sungai, rawa atau danau kawasan Queensland Australia. Si capit merah ini dapat hidup dan berkembang biak apda kisaran suhu 2-37 derajat celcius. Meskipun demikian, suhu air optimum yang paling tepat untuk hidup dan berkembang adalah 23-31 derajat celcius. Sementara itu kandungan oksigen di dalam air untuk lobster ini minimum 3 ppm, pH 6-9,5 dan kadar amonia 1 ppm.

Budidaya lobster air tawar di kolam terpal

Budidaya lobster air tawar di kolam terpal

Warna dominan lobster ini hijau kemerahan. Bagian atas capitnya memiliki pola garis merah yang tajam, terutama pada induk jantan yang telah berumur lebih dari tujuh bulan. Kare itulah, lobster ini dikenal dengan nama redclaw atau si capit merah. Seluruh permukaan capitnya memiliki duru-duri kecil berwarna putih.

Lobster Air Tawar Yabbie

Lobter ini merupakan salah satu spesies endemik yang menyebar luas di danau atau di sungai yang terletak di wilayah tropis hingga sub tropis di beberapa negara bagian Ausralia. Di wilayah tersebut jenis lobster ini banyak menempati perairan yang kaya oksigen, tumbuhan dan subtrat berlumpur atau berpasir.

Yabbie memiliki tolerasni yang tinggi terhadap konsentrasi oksigen terlarut, yakni sebesar 0,5 ppm. lobster ini dapat hidup pada kisaran suhu air 8-30 derajat celcius. Namun metabolisme tubuh, nafsu makan dan pertumbuhan menjadi rendah jika dipelihara dalam wadah dengan suhu air kurang dari 16 derjat celcius. Kisaran suhu yang paling baik bagi pertumbuhannya adalah 20-25 derajat celcius. Yabbie menjadi induk saat berumur 6-7 bulan.

Lobster Air Tawar Marron

Lobster jenis marron berasal dari Barat Austraslia. Lobster ini lebih cocok dibudidayakan di daerah subtropis, karena asalnya memang dari daerah subtropis Australia. Lobster jenis ini bisa mati jika suhu air melebihi 30 derajat celcius. Marron bisa tumbuh mencapai 500-2000 gram.

 

Budidaya lobster air tawar di kolam terpal

Budidaya lobster air tawar di kolam terpal

Di Australia, marron dapat dibudidayakan secara semi intensif dengan kolam buatan, sedangkan lobster air tawar yabbie baisanya dibudidayakan dengan memanfaatkan air bendungan-bendungan atau DAM

Lobster Cherax Lorenzi

Lobster jenis ini mempunyai warna perpaduan ungu, merah dan biru. Kepalanya berwarna merah keunguan dan badannya berwarna seperti anggur. Capitnya besar dengan warna biru mencolok diselingi warna putih di bagian sisi luar capit. Keunikan Lobster dari Papua ini adalah sifatnya yang vegetarian. Jenis ini hanya memakan tanaman air, umbi-umbian, kacang-kacangan dan sayuran. Lobster ini cocok di Budidaya Lobster Air Tawar Di Kolam Terpal pada suhu 18-20 derajat celcius.

 

Budidaya lobster air tawar di kolam terpal

Budidaya lobster air tawar di kolam terpal

Lobster Black Tiger

Lobster jenis ini memiliki warna loreng seperti harimau. Warna loreng dari abdomennya (perut) berwarna kuning dan hitam. Tubuh lobster ini dapat mencapai panjang 25-30 cm dan bobot 200-300 gram. Di habitatnya mempunyai masa hidup yang panjang.

Budidaya lobster air tawar di kolam terpal

Budidaya lobster air tawar di kolam terpal

 

Lobster Cherax Albertizii

Lobster ini mirip sekali denga redclaw, tetapi tubuhnya lebih bulat dan ceper dengan capit yang mungil. Bentuk badannya selaras dengan bentuk kepalanya. Cangkang tubuhnya berwarna biru kehijauan. Lobster ini termasuk jenis yang sangat susah dibudidayakan karena gampang seklai stres. Cherax Albertizii juga termasuk lobster yang sangat pemalu dan penakut, sebagian besar hidupnya dihabiskan di lubang persembunyiannya.

 

Budidaya lobster air tawar di kolam terpal

Budidaya lobster air tawar di kolam terpal

Anatomi Lobster

Lobster secara fisik tidak berbeda jauh dengan udang galah. Tidak heran jika orang awam mempunyai pemahaman yang salah antara Lobster dengan udang galah. Mereka menyebut udang galah sebagai lobster air tawar. Padahal ditinjau dari anatomi luar, ada yang membedakan anatara udang galah dengan lobster. Terutama bagian ekor, warna cangkang dan bentuk tubuh.

  • Antena dan Antenula

Lobster memiliki sepasang sepasang antena yang panjang seperti udang-udangan lainnya yang terletak dikepala dan dapat bergerak ke berbagai arah. Orang menyebutnya sungut. Antena ini berfungsi untuk mendeteksi segala sesuatu yang ada di wilayah sekeliling tubuhnya.

Selain sepasang antena panjang, lobster juga memiliki antena kecil dan pendek yang di sebut antenula. Antena ini berfungsi untuk mencium malakan yang telah diraih oleh capit.

  • Kepala

Kepala lobster tertutup oleh cangkang atau kulit keras yang disebut carapace. Bagian depan kepala terdapat ruas yang menonjol yang disebut rostrum. Rostrum dilengkapi dengan sepasang duri halus yang diwilayahnya terdapat sepasang mata yang dapat digerak-gerakkan ke segala arah. Sementara bagian dadanya terdapat empat pasang kaki jalan. Kaki jalan disebut juga pereipopoda atau walking legs.

  • Kaki dan Capit

Lobster memiliki empat pasang kaki dan sepasang capit yang besar dan kokoh. Capit berfungsi untuk berjalan dan memungut makanan yang kemudian bekerjasama dengan kaki jalan depan. Ketika masih muda, capit yang terputus dapat tumbuh kembali setelah lobster mengalami molting.

  • Bagian Punggung

Bagian punggung lobster dilapisi bagian-bagian kulit yang keras dan tersusun rappi. Susunan tersebut memudahkan lobster untuk dapat meluruskan atau membengkokkan abdomennya.

  • Bagian Dada

Bagian dada terdapat pangkal kaki dan capit. Disana juga terdapat alat kelamin. Bentuk dada juga beruas-ruas. Warnanya lebih terang dibandingkan dengan bagian kepala atau punggung.

  • Ekor

Bagian yang paling belakang adalah ekor. Lobster memiliki lima lembar ekor terbuka. Berbeda dengan udang galah, ekornya tertutup. Lima lembar ekor lobster itu masing-masing adalah satu ekor di tengah dan dua ekor masing-masing disamping yang disebut ekor samping

Budidaya lobster air tawar di kolam terpal

Budidaya lobster air tawar di kolam terpal

Membedakan Jenis Kelamin Lobster

Jika tumbuh normal, maka pada usia 2-3 bulan panjang tubuh lobster mencapai 4-6 cm. Pada usia itu kita dapat membedakan jenis kelaminnya karena dapat diamati dengan mudah. Membedakan jenis kelamin sangatlah penting. Hal ini menentukan keberhasilan dalam Budidaya lobster air tawar di kolam terpal.

Jenis kelamin lobster dapat diamati dari perbedaan primer maupun sekunder. Perbedaan primer dapat diketahui dari letak dan bentuk alat kelamin yang dimilikinya. Sedangkan perbedaan sekunder dapat diketahui dari bentuk serta warna tubuhnya.

  • Lobster Jantan
  1. Alat kelamin terletak di sepasang tangkai kaki jalan kelima (dihitung dari capit). Alat kelamin berupa tonjolan kecil.
  2. Ukuran capit 2-3 kali lebih lebar dari ruas pertama (tangkai capit).
  3. Ukuran kepala lebih besar dari pada abdomen.
  4. Warna kulit lobster jantan lebih cerah dari ada lobster betina.
  5. Pada lobster jenis redclaw, dapat dilihat perbedaan ujung capitnya. Pada lobster jantan terdapat warna merah diujung capitnya.
  6. Ukuran kulit punggung lebih pendek
  7. Pada usia yang sama dan pertumbuhan normal, ukuran tubuh lebih besar daripada betina.
  • Lobster Betina
  1. Alat kelamin terletak di sepasang tangkai kaki jalan ketiga (dihitung dari capit). Alat kelamin berupa lubang bulat.
  2. Ukuran capit hampir sama atau 1,5 kali lebih besar daripada ruas pertama (tangkai capit)
  3. Pada redclaw ujung capitnya tidak berwarna merah
  4. Ukuran kepala lebih kecil dari pada abdomen.
  5. Ujung kulit punggung lebih panjang.
  6. Pada usia yang sama dan pertumbuhan normal, ukuran tubuh lebih kecil daripada jantan.
  7. Warna kulit agak pudar dibandingkan dengan lobster jantan.

Demikian pembahasan Budidaya Lobster Air Tawar Di Kolam Terpal di tahap awal. Sengaja saya uraikan dahulu tentang Pengenalan Lobster agar supaya langkah-langkahnya berurutan, sehingga kedepannya tidal mangalami kegagalan. Pembahasan selanjutnya silahkan mulai berlanjut ke Pembahasan inti Budidaya Lobster Air Tawar Di Kolam Terpal.

Respond For " Budidaya Lobster Air Tawar Di Kolam Terpal – Tutorial Lengkap 1 "